Google Ingin Developer Membuat Aplikasi yang Lebih Ringan dan Lebih Efisien

optimalisasi aplikasi

Di kondisi kelangkaan chip memory google  ingin para pengembang aplikasi dan game untuk melakukan optimalisasi dengan membuat aplikasi lebih ringan, lebih efisien dalam mengelola RAM.

Google ingin para developer berkomitmen untuk menjaga ekosistem android lebih sehat mana setiap aplikasi dan game memiliki peran masing-masing. Google akan membantu memberikan pengalaman yang diharapkan pengguna, Google play akan memperkenalkan new quality requirements salah satunya berfokus pada pengurangan penggunaan memori aplikasi. untuk membantu pengembang mengatasi kendala hardware di seluruh industri dan batasan memori Android yang lebih luas, Google Play menetapkan ambang batas kinerja baru.

Google ingin Mengurangi penggunaan memori aplikasi dan optimalisasi kode

Industri smartphone sedang menghadapi kendala pasokan hardware yang signifikan yang mengubah ketersediaan memori perangkat, yang seiring waktu dapat berdampak negatif pada user experience. Android mengatasi tantangan ini secara langsung dengan batasan memori yang lebih luas yang bertujuan untuk melindungi user experience secara keseluruhan dari aplikasi yang menggunakan memori berlebihan dan menyebabkan sistem menjadi lambat secara keseluruhan. 

maka dari hal itu, Google Play akan menetapkan  ambang batas kinerja untuk membantu developer memastikan aplikasi mereka terus memberikan pengalaman premium yang diharapkan pengguna. Ini termasuk ambang batas baru di seluruh penggunaan memori dinamis, penggunaan bitmap, dan optimasi kode untuk mencegah penurunan kinerja yang tidak terduga pada perangkat dan penghentian aplikasi. 

Penggunaan memori dinamis (RSS anonim + swap)

Bayangkan memori HP Anda seperti sebuah meja kerja, dan aplikasi Anda adalah seorang pekerja.RSS Anonim + Swap adalah total ukuran seluruh "kertas catatan pribadi" yang sedang dipakai pekerja tersebut, baik yang masih ada di atas meja maupun yang sudah dilipat dan disimpan di laci karena mejanya penuh.Berikut penjelasan mudahnya:

1. RSS Anonim (Catatan di Atas Meja)

Ini adalah memori aplikasi yang aktif berjalan langsung di dalam RAM HP Anda saat ini.Disebut "Anonim" karena memori ini dibuat mendadak oleh aplikasi saat berjalan (seperti coretan rumus atau data game yang sedang dimainkan).Memori ini tidak punya file cadangan di memori internal. Jadi, sistem HP tidak bisa menghapusnya begitu saja kalau RAM penuh, karena data Anda bisa langsung hilang atau crash.

2. Swap / zRAM (Catatan yang Dilipat di Laci)

Ketika RAM HP Anda mulai penuh karena Anda membuka banyak aplikasi, sistem Android akan memutar otak.Sistem akan mengambil sebagian "catatan anonim" dari aplikasi yang sedang tidak Anda lihat, dikompres (diperkecil ukurannya), lalu dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara (disebut Swap atau zRAM).Ini seperti melipat kertas catatan lama dan memasukkannya ke laci meja agar permukaan meja kembali luas.Mengapa 

Keduanya Harus Ditambahkan? (RSS Anonim + Swap)

Pengembang aplikasi (developer) harus menghitung keduanya karena keduanya adalah beban asli dari aplikasi tersebut.Jika developer hanya melihat RSS Anonim saja, aplikasi mereka mungkin terlihat hemat RAM (mejanya kosong). Padahal sebenarnya, aplikasi itu "rakus" memori dan membuat laci penyimpanan HP (Swap) penuh sesak.

Penggunaan memori bitmap

Grafis dan gambar (bitmap) sangat memakan memori. Meskipun wajar jika bitmap mengambil ruang memori saat aplikasi sedang tampil di layar utama (foreground), Google kini mensyaratkan agar aplikasi tidak menahan bitmap di dalam memori saat aplikasi tidak terlihat oleh pengguna (seperti saat berada di background atau status cached). ini seperti konsep Lazyload pada website yaitu gambar tidak ditampilkan saat tidak dilihat, tapi tentu saja dengan cara kerja yang berbeda karena lingkungannya saja berbeda (Aplikasi vs Web).

Optimalisasi Kode DEX

Aplikasi yang dioptimalkan tidak hanya menggunakan lebih sedikit memori, tetapi juga memiliki waktu mulai (startup) yang lebih cepat dan mengurangi risiko crash (ANR). Ke depannya, aplikasi yang dipublikasikan di Google Play harus dioptimalkan dengan minimal 25% cakupan yang meliputi optimization, shrinking, dan obfuscation. Developer dapat menggunakan alat bawaan seperti R8 atau alat shrinking lainnya.

Dukungan Tool Baru di Google Play Console

tentu saja google tidak hanya memberi aturan untuk optimalisasi google juga memberi solusi yaitu berupa tools yang agar optimalisasi ini bisa segera dilaksanakan untuk para developer. Untuk membantu developer mengidentifikasi kebocoran memori (bloat), Google mulai menggulirkan beberapa alat bantu baru di Google Play Console.

  • Metrik Memori Dinamis Mendalam: Developer kini bisa memantau penggunaan memori dinamis dan bitmap secara langsung di fitur Android Vitals.
  • Pelacakan Crash "Out of Memory": Tersedia filter baru untuk melihat kapan sistem operasi (OS) terpaksa mematikan aplikasi Anda karena tekanan memori yang parah pada perangkat.
  • Analisis Kode DEX: Setiap mengunggah App Bundle baru, developer akan mendapatkan wawasan efisiensi kode untuk mencari tahu area mana yang masih bisa ditingkatkan.
  • Peringatan Proaktif: Jika aplikasi Anda melewati batas wajar penggunaan memori atau memiliki aset yang tidak dioptimalkan, Play Console akan memunculkan peringatan langsung.

Kapan Aturan Ini Mulai Berlaku?

Kebijakan ini bukan sekadar imbauan. Google Play akan mulai melakukan penegakan aturan (enforcement) pada Februari 2027.

Aplikasi dan game yang gagal memenuhi ambang batas memori dan optimalisasi DEX ini akan menghadapi sanksi berupa penurunan visibilitas di Play Store serta pembatasan fitur publikasi.

Dengan hadirnya aturan ini, para developer Android diharapkan mulai memantau Android Vitals mereka dari sekarang. Mengoptimalkan memori bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan syarat utama untuk bertahan dan sukses di ekosistem Google Play.

Source: Android Developers Blog


Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url